Showing posts with label dampak alkohol. Show all posts
Showing posts with label dampak alkohol. Show all posts

Wednesday, September 14, 2016

 ALKOHOL


         Mungkin tidak asing lagi di telinga kita mengenai alkohol. Suatu zat yang sering kita lihat dapat menyebabkan kondisi seseorang menjadi tidak setabi, berkurangnya kesadaran, atau mabuk jika dikonsumsi dalam jumlah yang berlebih.
Bahayakah alkohol tersebut ? lantas kenapa terus digunakan ?

        Kandungan minuman beralkohol yang biasa dikonsumsi manusia adalah etil alkohol atau etanol yang dibuat melalui proses fermentasi dari madu, gula, sari buah, atau ubi-ubian. Sementara yang terkandung dalam Miras oplosan bukanlah etanol melainkan metyl alcohol atau metanol. Metanol biasanya dipakai untuk bahan industri sebagai pelarut, pembersih dan penghapus cat. Metanol dapat ditemukan dalam tiner (penghapus cat) atau aseton (pembersih cat kuku). Tanpa dicampur apapun, metanol sangat berbahaya bagi kesehatan bahkan bisa menyebabkan kematian.  Apalagi dicampur dengan berbagai bahan lain yang tidak jelas jenis dan kandungannya (oplosan).
Metanol bila dicerna tubuh akan menjadi formaldehyde atau formalin yang beracun, berbahaya bagi kesehatan. Reaksinya dapat merusak jaringan saraf pusat,otak, pencernaan, hingga kasus kebutaan.

       Uji penggunaan alkohol dapat dilakukan kepada siapapun. Sampel yang dapat digunakan antara lain air urin/kencing, keringat dari dahi atau air ludah (udara pernafasan). Namun pemeriksaan yang lebih akurat dapat dilakukan dengan metode Blood Alcohol Concentration (BAC) yaitu sebuah analisa proporsi kandungan alkohol dalam darah. Nilai BAC setiap negara berbeda  beda . banyak negara menentukan nila batas 0,5 atau 0,8 g/dl. Ada juga negara yang menggunakan zero alcohol ( 0 g/dl).

 Penggunaan alkohol dalam jumlah yang berlebih jelas akan berdapak buruk bagi kondisi tubuh kita. Berikut efek negatif penggunaan kadar alkohol yang berlebih dalam darah :
  • 50 mg/dl            : masih dapat ber interaksi, tenang
  • 80 mg/dl            : kemampuan kordinasi dan reflek menurun
  • 100 mg/dl          : gangguan kordinasi terlihat jelas
  • 200 mg/dl          : kebingungan, ingatan  mulai berkurang
  • 300  mg/dl         : penurunan kesadaran
  • 400 mg/dl lebih  : koma bahkan dapat menyebabkan kematian

Translate

Powered by Blogger.

Popular Posts

Followers